JATUH PADA CINTA


JATUH PADA CINTA

Tanpa memandang siapa dirimu, tanpa tahu seperti apa sosokmu. Kurasakan getar-getar menggebu kala kutahu berlembar-lembar kertas kumal yang tlah ada bahkan sedari generasi sebelumku, adalah surat cintamu yang abadi.

Panggil aku ! ingin kudengar kau sebut namaku. Undang aku ! kala waktu maghribku tiba. Sejujurnya tak adakah rindu yang ingin kau bertahukan padaku? Sedang tanpa henti bibirku mengucap namamu yang selalu terbayang.

“Wahai kau yang menguasai hatiku ! jangan lepaskan aku dari rindu akan dirimu..”

Cintalah yang melunakkan besi, mencairkan batu 1. Begitu ia berujar. Namun, tatkala akal tak lagi andil, sedang cinta menguasai ego, yang ada hanya kegilaan dimana aku korbannya. Cinta adalah warisan sang adam 2. Dimana aku salah satu  pengikutnya.
“Tak apalah. Biar aku jadi hamba.” Kataku.

Duhai kau yang kurindu. Teruslah, jangan berhenti. Saksikan aku yang terus memujamu. Bagai candu yang membelenggu. Ogah rasanya beranjak dari hamparan dimana kita saling bertatap. Duka dan lara seakan lenyap, kala romantic mu mencuat.
“Tahukah kau? Aku tak bisa bicara kala kau hibur aku dengan ke luar biasaan mu.” Ujarku.
Selalu tanya ku tanya pada mu.

“Apakah kau mencintaiku? Bahkan dengan kenistaanku?” Tanyaku.

  Aku tak mau jawaban dari mu. Meski dua jawaban mengusikku. Unta-unta itu, akan kau apakan jika aku menjadi seperti mereka? Meninggalkanmu karena terlalau bosan dengan ini itu. Aku tidak mau mencampakkan mu. Karena bahkan kita belum memulai.

Seiring lagu cinta yang berkumandang, ajakanmu untuk mencumbu bumi mu. Aku tak keberatan jika harus kuulangi jutaan kali seumur hidupku.

Kita saling berpandangan. Aku bercerita padamu, bersedih karenamu, bahagia karenamu. Tapi, tak Nampak satu ekspresipun kau beri padaku.

“Apakah kau mendengarku? Apakah kau menyaksikankku? Menyimakku?” Ujarku.

Aku tahu kau tak tuli, dan aku tahu kau tak buta. Hanya saja belum kusaksikan seindah apa mata mu, hanya saja belum kudengar sahutan mu yang merdu.

Aku jatuh pada cinta. Cinta yang kian membara. Seperti nyala api yang terasa sejuk meski membara. Tapi pada siapa cintaku ini? Hanya hatiku yang tahu. Tapi hati tak member tahuku.

Kekasihmu yang si terpuji. Aku iri. Aku kagum. Padanya yang kau cintai bahkan sebelum adam tercipta dari lempung. Segumpal cahaya mulia.

“Aku ingin jadi kekasihmu meski hanya sedetik.” Harapku.
Tapi apakah aku mampu? Apakah kau bisa? Sedang terlalau lama aku mengabaikanmu.
Kembali surat cinta mu ku baca. Dan kembali rindu it uterus bertambah.

“Apa yang harus kulakukan untuk merebut hati mu?” Tanyaku.

Ditengah lelahku bertanya, kau tuntun aku berjalan. Di jalan yang berkelok yang mengombang-ambingkan ku.

“Bagaimana ini? Aku tak tahu perasaan mu.”

Hamper putus asa tapi tak mau menyerah. Cinta mengubah kepahitan menjadi manis. Penjara menjadi taman, derita menjadi nikmat 3. Aku terbuai sampai sakitpun rela kualami. Harapan yang jadi obsesi. Tak lagi kupedulikan ribuan duri yang menggores kulitku.

Undang aku ke sisi mu. Biarkan kau menikmati sisa cinta mu. Mengemis kasih yang terlanjur kau curahkan padanya. Biarkan aku menemuimu. Walau hanya dengan segumpal kebajikan dan sekarung keburukan. Setelah obsesi mecuat, kini ketakutan merajai. Takut kau yang akan meninggalkan ku.

“Kasih, percayakan aku hati mu. Untuk kubawa kala menghadap mu.” Ibaku.

Akan kulantunkan syair indah untuk mu. Akan ku lantunkan pula untuk kekasih mu. Hanya menanti waktu untuk berbagi cinta dengan mu. Berbagi cinta dengan kekasih mu. Sampai waktu terakhir saat israfil meniup sangkakalanya.


                                                                                                           Indramayu, November 2011

Karya : Sapitri Indah

Mohon maaf bila ada salah kata atau ucapan dalam penulisan kami ......

Untuk melihat kegiatan kegiatan TBM LENTERA HATI  lihat saja  DI SINI ya ..........
Untuk melihat puisi - puisi lainnya silahkan klik DI SINI
Untuk membaca cerita atau cerpen silahkan klik DI SINI
Untuk download Software,Game,atau Video tingggal klik DI SINI
Bagi yang suka baca berita seputar Indramayu silahkan klik DI SINI
Untuk yang suka membaca Novel DI SINI

Terima Kasih sudah mengunjngi Blog kami TBM LENTERA HATI
Kami tunggu Kritik dan Sarannya  !!!
**
Untuk teman teman yang mempunyai cerpen, puisi, novel, dan lainnya juka ingin di publish di sini silahkan kirim file nya ke email : tbm.lenterahati@gmail.com

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form