SEBENING HATI ILYAS (Novelet by Iin Indrayani)


Bag. 3

Sejak kejadian memuakkan itu, aku pergi sejauh mungkin dari kehidupan mereka. Termasuk wanita bermake-up menor yang sudah menunjang kebutuhan hidupku selama ini. Aku bersembunyi di rumah Nora, sahabat terbaikku itu. Sedang Nora masih bekerja di kafe milik Bu Rossi. Dari Nora aku tahu, bahwa tak satu dua orang yang mencari cari keberadaanku selama tiga bulan terakhir ini.

       Tiga bulan tak pernah lagi aku melihat Mamah, pria bajingan itu dan semua orang yang pernah dekat denganku. Nora selalu tutup mulut tentang keberadaanku di rumahnya. Aku merasakan sebuah kehangatan keluarga yang lama tak aku dapatkan selama ini. Orangtua Nora sangat menyayangiku dan bersimpati atas apa yang aku alami belakangan ini. Tapi tentu saja mereka tidak tahu, bahwa hidupku rusak gara gara pria bajingan yang tak lain adalah ayah tiriku sendiri. Untuk itu, setelah menghilang selama tiga bulan lamanya, aku memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyianku. Aku tidak mau terus menerus merepotkan mereka. Karna kepahitan yang menderaku seakan menuntunku untuk tetap kuat dan berdiri di atas kedua kakiku sendiri.

       “Chik, tinggalah saja disini bersama kami. Kau mau kemana, kau tak punya siapapun di kota ini“ Ujar Nora dengan sungguh sungguh. Ada kekhawatiran yang tersirat di wajah ovalnya.

       “Tak apa Nor, aku tidak mau merepotkan kalian terus. Aku ingin mencari kost dan juga pekerjaan yang lebih layak dari sebelumnya. Toh kita masih bisa bertemu kan?”

Nora menghela nafas dalam dalam. “Ya sudah, bila itu maumu. Aku bantu kau untuk mencari kamar kost yang layak ya Chik?”
“Ok. Terima kasih Nor, kau memang sahabat terbaik yang aku punya“. Balasku sembari memeluknya dengan erat.

Setelah berpamitan kepada kedua orangtua Nora, kami masuk ke sebuah taksi yang akan mengantar kami ke tempat kost yang sudah Nora charter untukku. Tak lama, hanya setengah jam perjalanan kami sudah sampai ke tempat yang kami tuju.
“Bagaimana Chik, Kira kira kau betah tidak disini? Jika tidak, aku akan carikan kost lain untukmu lewat teman temanku“

       “Mudah mudahan betah Nor. Sudahlah tak usah khawatir, aku baik baik saja disini“

       “Kau harus banyak beristirahat Chik. Wajahmu terlihat pucat sekali belakangan ini. Nafsu makanmu pun menurun, apa kau tidak merasakan sakit pada tubuhmu?”

       “Ah tidak kok. Aku baik baik saja Nor“.

  Tak lama kemudian Nora pamit untuk pulang. Aku mulai merapihkan kamar kost baruku yang sederhana ini. Sangat jauh di bandingkan dengan tempat kost yang dulu. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang tergeletak di atas lantai. Entah kenapa tiba tiba aku kepikiran ucapan Nora barusan. belakangan ini aku memang merasa tubuhku sering lelah tanpa sebab. Dan kepalaku sering pusing di pagi hari.

Aku keluar kamar untuk melihat suasana di sekitarku. Cukup lama aku tidak berinteraksi dengan masyarakat luas sejak aku masuk kedalam dunia malam sebagai anak buah Bu Rossi, karna jam kerjaku di malam hari dan waktu istirahatku justru di siang harinya. Aku menatap kamar sebelahku yang sepi. Ada beberapa kemeja dan celana panjang laki laki yang tergantung pada tali jemuran di terasnya. Lalu pandanganku beralih ke jalan depan. Aku melihat seorang wanita yang hamil tua sedang berjalan jalan kecil sambil sesekali mengatur nafasnya di waktu jeda. Tiba tiba hatiku tersentak. Aku baru sadar kalau aku sudah kehilangan siklus haidku dua bulan terakhir ini. Dadaku bergemuruh hebat.
“Tidak, itu tidak mungkin terjadi!“ Gumamku, menepis fikiran buruk di otakku.

      Aku merasakan kepalaku mulai pusing kembali. Dan perutku terasa mual begitu cepat. Aku langsung masuk ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutku di toilet. Setelahnya aku terkulai lemas di atas tempat tidur dengan keringat dingin yang bercucuran.

     “Ya Tuhan, jangan uji aku lagi. Aku mohooon”.

Tanpa menunggu lama, aku langsung keluar kamar dan mencari apotik terdekat. Sekitar 10 menit berjalan kaki aku melihat ada plang apotik dari kejauhan. Aku berlari dan menerobos masuk untuk membeli sebuah tespack disana. Kemudian aku langsung pulang kembali ke kamarku. Dengan rasa takut yang menyelimuti hatiku, aku beranikan diriku untuk melakukan tes urine dengan tespack tersebut. Setelah lima belas menit kuambil kembali stik tespack tersebut. Tanganku gemetaran, ada cairan bening yang sudah siaga di pelupuk mataku. Aku melihat hasilnya dengan suasana hati bergemuruh hebat.

       “Ya Tuhaaaaaan.... ” lirihku.

       Aku menjatuhkan tespack itu di atas lantai dan tubuhku tiba tiba saja ambruk di atas tempat tidur. Hal yang tak pernah aku fikirkan sebelumnya, ternyata aku positive hamil. Kubenamkan wajahku di atas bantal dan aku tumpahkan airmataku di sana cukup lama. Betapa hinanya diriku kurasakan, aku mengandung anak dari ayah tiriku sendiri. Yang nanti akan menjadi cucu sekaligus anak tiri dari Mamahku sendiri. Hal itu sangat menyakitkan untukku. Itu sebuah noda hitam yang takkan hilang sekalipun tergerus oleh zaman. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan untuk bertahan. Apakah aku akhiri saja hidupku yang nista ini? Atau aku menemui pria brengsek itu untuk meminta pertanggungjawabannya?

       “Tidak, aku tidak akan pernah sudi untuk bertemu dengannya lagi. Bahkan Mamah sekalipun. Mereka adalah dua orang yang sudah membuat hidup dan masa depanku hancur seperti ini“. Fikirku, sembari mengusap airmata yang menganak sungai di kedua pipiku.
Tak lama kemudian suara pintu terketuk dari luar. Aku berdiri dan berusaha untuk menetralkan suasana hatiku. Kubuka pintu kamarku dengan pelan, Dan...

       “Chika, akhirnya aku menemukanmu sayang... “

       Andrew sudah berdiri di depanku. Ia menerobos masuk dan langsung menutup pintu dengan cepat. Aku terkejut setengah mati. Aku tidak percaya dia akan menemukan keberadaanku secepat ini.

       “Jahannaaam! Pria bejat, apa lagi yang kau inginkan dariku?“ Teriakku dengan emosi.

       “Chik, Aku sudah mencarimu kemana mana, dan barusan aku melihatmu keluar dari apotik, itu kenapa aku bisa berada di sini sekarang. Aku tidak bisa hidup tanpamu Chik, aku dilema kau menghilang cukup lama. Aku sangat merindukanmu Chika sayang“. Tutur pria brengsek itu dengan tatapan mata yang sangat liar.

       Aku dapat melihat ada gelora nafsu yang amat besar dari kedua matanya terhadapku. Tangannya mulai menyentuh wajahku namun dengan cepat aku menampar wajahnya dengan keras.‘plaaakkkkkkkk‘

       “Jangan sentuh aku jahannam, bajingan! Pergi kau! Jangan pernah kau ganggu kehidupanku lagi. Aku muak melihatmu!“

       Matanya merah menyala, kemudian tatapannya beralih pada tespack yang terjatuh di lantai. Ia memungutnya dan terkejut melihat dua garis merah di sana.

       “Kau hamil, Chik?”

Aku memalingkan wajahku untuk menutupi kesedihan di wajahku.

       “Katakan Chik, apa kau hamil anakku?”

       “Kau salah. Itu bukan milikku“

       “Tak ada siapapun di sini. Hanya ada kau, dan kau baru saja dari apotik untuk membeli tespack ini kan Chik?” Teriaknya sembari mencengkeram kedua lenganku.

        Aku tak dapat menutupi kesedihanku saat itu. Airmataku buncah di depan pria jahannam itu.
***
To be continue.. Page 4

( Bagi yang berminat untuk mengoleksi bukunya, bisa hubungi aku di
Facebook : Iin Indrayani, yang ada di Indonesia atau juga di Taiwan )
Untuk tanya - tanya harga buku dan koleksi buku novel lainnya, tinggal hubungi langsung ya .... !!!
Salah satu koleksi buku :
- Telaga Hati Shifana : Rp.55.000,-
- Relentless Love       : Rp.70.000,-

Untuk kembali membaca ;
Klik Page I 
Klik Page II
Klik Page III

Mohon maaf bila ada salah kata atau ucapan dalam penulisan kami ......

Untuk melihat kegiatan kegiatan TBM LENTERA HATI  lihat saja  DI SINI ya ..........
Untuk melihat puisi - puisi lainnya silahkan klik DI SINI
Untuk membaca cerita atau cerpen silahkan klik DI SINI
Untuk download Software,Game,atau Video tingggal klik DI SINI
Bagi yang suka baca berita seputar Indramayu silahkan klik DI SINI
Untuk yang suka membaca Novel DI SINI

Terima Kasih sudah mengunjngi Blog kami TBM LENTERA HATI
Kami tunggu Kritik dan Sarannya  !!!
**
Untuk teman teman yang mempunyai cerpen, puisi, novel, dan lainnya juka ingin di publish di sini silahkan kirim file nya ke email : tbm.lenterahati@gmail.com

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form